Selasa, 01 Oktober 2013

WAN (Wide Area Network)

Konfigurasi Jaringan WAN


Di sini kita asumsikan kita akan membangun jaringan WAN antar daerah menggunakan Satelite….misalnya suatu perusahaan pertambangan X yang berkantor pusat di jakarta mempunyai dua lokasi daerah pertambangan misalnya Y yg ada di Kalimantan dan Z di Sulawesi…yang mana 2 derah tersebut merupakan daerah pedalaman yang belum ada jaringan komunikasi GSM maupun CDMA..kalaupun ada sinyal sangat lemah sekali…
Agar ketiga lokasi ini dapat saling berkomunikasi maka Perusahaan X membangun komunikasi via Satelite…di kantor pusat akan dipasang Antenna VSAT 2,4 M dengan 2 transmisi dan 2 receiver masing2 dengan rate 128Kbps untuk masing2 remote yang ada di Sulawesi dan Kalimantan. sedangkan yang ada di remote kita pasang antenna Vsat 2,4 M dengan 1 transmisi dan 1 receiver yg juga dengan rate 128Kbps.
Anggap saja untuk pemasangan Satelitenya sudah selesai dan sudah beres..dan sekarang langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi router di tiap2 Vsat agar dapat saling terkomunikasi..saya yakin teman2 juga sudah tahu fungsi dari router itu apa…sehingga tidak perlu kita jelaskan lagi…yang terpenting dari komunikasi sebenarnya adalah data dan voice…karena itu akan lebih baik kalau kita memakai router yang sudah ada card voice-nya karena tidak memrlukan perangkat tambahan lain…akan tetapi untuk konfigurasinya akan sedikit mengalami keslitan terutama untuk QOS-nya apalagi jika rate-nya kecil…..akan tetapi kita pakai router biasa (tanpa voice card ) juga bisa akan tetapi kita perlu alat tambahan yang kita sebut multiplexer…alat ini yang akan membagi antara data dengan Voice juga didukung kemudahan dari alat ini untuk QOS voice-nya..
QOS adalah semacam pembagian bandwidth untuk data dan voice yang apabila kedua-nya digunakan bersamaan maka keduanya tetap punya kualitas yang baik atau setidaknya voice-nya tetap baik tetapi apabila kita tidak menggunakan voice maka rate dari data kita akan naik…
untuk yang pertama ini akan kita gunakan router yang support voice pada konsep WAN ini…di Hub-nya (jakarta) menggunakan router cisco 1760 sedangkan di masing2 remote menggunkan router 1751. sebelum kita mulai konfigurasi router..kita tentukan dulu IP-address yang akan di gunakan…
Misalnya :
Jakarta : 192.168.0.0/24
Kalimantan:192.168.1.0/24
Sulawesi:192.168.2.0/24
Sebelum di pasang di aplikasi sebaiknya router2 tersebut kita test konfigurasinya secara loopback…jadi nanti kalau ada kesalahan konfigurasi bisa mudah untuk memperbaikinya…
Ok..langsung saja kita mulai untuk konfigurasi routernya..kita asumsikan ini router baru….jadi masih default.sebellum kita konfigurasi ke routingannya..kita akan konfigurasi di dasarnya terlebih dahulu…seperti hostname dan password2 untuk console-nya….
  1. Mengubah Hostname
  2. router>ena (masuk ke priviledge user)
    router#conf t (masuk ke menu untuk merubah konfigurasi)
    router(config)#hostname Jakarta (mengubah hostname router menjadi jakarta)
    jakarta(config)# (sekarang hostname telah berubah menjadi jakarta)
  3. Memberi password
  4. jakarta(config)#enable password admin (mengaktifkan password “admin” bagi setiap orang yg akan masuk ke user priviledge)
    jakarta(config)#enable secret 4dm1n (mengaktifkan password secret)
    jakarta(config)wr (menyimpan konfigurasi)
    apabila perintah2 ini sudah kita buat..maka setiap kali kita mau meng-console user..maka yang pertama keluar adalah permintaan password…lalu bila kita mau masuk ke user priviledge juga akan minta password lagi.yang kedua ini kita isi dengan password secret tadi.
    User Access Verification
    Password: (kita isi dengan admin)
    jakarta>ena
    Password: (kita isi dengan 4dm1n)
    jakarta#
  5. Mengaktifkan telnet
  6. jakarta(config)#line vty 0 4 (mengaktifkan telnet atau masuk ke line telnet)
    jakarta(config-line)#login
    jakarta(config-line)#enable password admin (untuk mengaktifkan telnet kita harus memberinya password)
  7. Memberi IP Address
Diawal tadi kita sudah menentukan IP address yang akan dipakai di setiap lokasi…nah sebelum kita memberi ip address pada router kita..kita harus lihat dulu interface2 yang ada pada router kita…untuk router di jakarta minimal harus ada 1 interface fast-ethernet atau ethernet dan 2 interface serial untuk WAN-nya..sedangkan yang ada di daerah harus ada minimal 1 serial dan satu Ethernet.


untuk router yang di jakarta disana bisa kita lihat ada 2 interface serial dan 1 interface fast ethernet.untuk melihat status dr interface2 kita gunakan perintah sebagai berikut :
jakarta#sh ip int br
Interface IP-Address OK? Method Status Protocol
FastEthernet0/0 unassigned YES manual administratively down down
Serial0/0 unassigned YES manual administratively down down
Serial0/1 unassigned YES manual administratively down down
karena belum kita beri ip address sama sekali maka statusnya akan tampak seperti diatas..
memberi ip address :
jakarta(config)#int fa0/0 (masuk ke interface fast ethernet ditulis Fa0/0)
jakarta(config-if)#ip address 192.168.0.1 255.255.255.0 (format penulisan IP address)
jakarta(config-if)#no shut (menghidupkan status dari port Fa0/0)
jakarta(config-if)#exit (keluar dari interface fast ethernet)
jakarta(config)#int s0/0 (masuk ke interface serial 0/0)
jakarta(config-if)#ip add 172.16.10.1 255.255.255.252 (ip address interface serial)
jakarta(config-if)#no shut
jakarta(config)#exit
untuk interface serial 0/1 pemberian ip addressnya sama tinggal kita sesuaikan dengan IP-nya.
untuk kedua router yang ada di daerah konfigurasinya disesuaikan dengan IP address yang rencana mau kita pakai..dan disesuaikan dengan gambar.
routing :
fungsi utama dari sebuah router adalah untuk routing atau menghubungkan satu jaringan dengan jaringan yang lain.karena itu perlu kita buat routingngan pada router2 kita agar ketiga jaringan yang kita buat dapat saling terhubung.
format penulisan dari routingan :
router(config)#ip route [net id yang dituju] [netmask] [gateway]
dalam hal ini menjadi

jakarta(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 172.16.10.2
artinya setiap ada request ke jaringan 192.168.1.0/24 (ini berarti dari ip 192.168.1.1-192.168.1.254) akan diteruskan melewati interface 172.16.10.2
begitu juga untuk ke router yang satunya
jakarta(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 172.16.20.2
biasanya router yang di jakarta terhubung ke internet lewat proxy atau semacamnya kita asumsikan di jakarta ada proxy dengan ip private-nya 192.168.0.254.
maka di router yg jakarta kita buat routingan ke internet melalui proxy agar router2 yang di daerah juga terhubung ke internet.
jakarta(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.0.254
ini adalah default routing..artinya kemanapun dia request dan netmask-nya berapapun dia akan melewati 192.168.0.254.
bila yang di jakarta sudah di setting routingan sedemikian rupa maka yang di daerah juga harus kita sett routingannya.kita asumsikan yang di daerah sudah ada IP address seperti yang ada pada gambar.karena router yang ada di kedua daerah merupan ujung dr pada jaringan kita maka kemanapun di mau request ke jaringan lain mau tidak mau di akan melewati gateway yg sama karena itu untuk daerah kita buat default routing.
kalimantan(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 172.16.20.1
dengan routingan seperti ini maka kemanapun dia mau keluar dia akan memakai 172.16.20.1 sebagai gateway-nya.begitu juga untuk router yang satu lagi kita buat seperti ini
sulawesi(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 172.16.10.1
ehm…OK ketiga router sudah kita buat routing dan kalau berhasil kita coba test ping maka akan berhasil
jakarta#ping 192.168.1.1

ROUTER

Pengertian dan Cara Kerja Router

Router adalah perangkat network yang digunakan untuk menghubungkan beberapa network, baik network yang sama maupun berbeda dari segi teknologinya seperti menghubungkan network yang menggunakan topologi Bus, Star dan Ring.  Router minimal memiliki 2 network interface. Dalam postingan sebelumnya tentang mengenal teknik subneting telah disinggung bahwa koneksi antar network (jaringan dengan subnet IP yang berbeda) hanya bisa terjadi dengan bantuan Router.



Gambar diatas merupakan salah satu contoh router yaitu Mikrotik Rb 750 yang merupakan router dengan ukuran kecil dan harga yang terjangkau (sekitar 350 ribuan) yang dapat kita gunakan untuk keperluan koneksi jaringan internet dirumah, warnet atau di kantor. Salah satu kelebihan dari Mikrotik router ini terletak pada kemudahan konfigurasi dan kehandalan fitur dengan harga yang relatif murah. koq jadi promosi :-).



PENGERTIAN ROUTER
Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.

Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).
Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN

Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP.

Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork  untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.

Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.



CARA KERJA ROUTER
Fungsi utama Router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah Router memiliki kemampuan Routing, artinya Router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan, apakah ditujukan untuk host lain yang satu network ataukah berada di network yang berbeda.

Jika paket-paket ditujukan untuk host pada network lain maka router akan meneruskannya ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan untuk host yang satu network maka router akan menghalangi paket-paket keluar.

Ilustrasi mengenai cara kerja router ini dapat dilihat pada gambar dibawah:


Pada gambar diatas terdapat 2 buah network yang terhubung dengan sebuah router. Network sebelah kiri yang terhubung ke port 1 router mempunyai alamat network 192.168.1.0 dan network sebelah kanan terhubung ke port 2 dari router dengan network address 192.155.2.0
Komputer A mengirim data ke komputer C, maka router tidak akan meneruskan data tersebut ke network lain.
Begitu pula ketika komputer F mengirim data ke E, router tidak akan meneruskan paket data ke network lain.
Barulah ketika komputer F mengirimkan data ke komputer B, maka router akan menruskan paket data tersebut ke komputer B.
Demikianlah catatan tentang mengenal pengertian dan cara kerja router ini, semoga ada manfaatnya.

Wassalamualaikum Wr Wb

Selasa, 10 September 2013

Pengertian dan Jenis-jenis Topologi Jaringan Komputer
Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai Pengertian dan Jenis-jenis Topologi jaringan, materi ini menjadi salah satu kurikulum Teknik Komputer dan Jaringan biasa nya pada semester 3 sampai dengan selesai.

Topologi Jaringan Komputer 

Topologi Jaringan adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan yang lainya sehingga membentuk sebuah Jaringan. Cara yang saat ini banyak di gunakan adalah Bus, Token Ring (Cincin), Star (Bintang). Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurannya sendiri.
 
Topologi Jaringan Komputer yang paling banyak di gunakan :
 


1. Topologi Bus


Pada Topologi ini digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel Pusat dimana seluruh Workstation dan Server dihubungkan. Merupakan Topologi fisik yang mengunakan Kabel Coaxial dengan mengunakan T-Connector dengan terminal 50 omh pada ujung Jaringan. Topologi Bus mengunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node. 

Keuntungan :
  • Hemat kabel
  • Layout kabel sederhana
  • Mudah dikembangkan
 Kerugian :
  • Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
  • Kepadatan lalu lintas
  • Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi
  • Diperlukan repeater untuk jarak jauh
 
2. Topologi Token Ring (Cincin)

Di dalam Topologi Ring semua Workstation dan Server dihubungakn sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap Workstation atau Server akan menerima dan melewatkan Informasi dari satu komputer ke komputer yang lainnya, bila alamat-alamat yang di maksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan di lewatkan. 

Keuntungan :
  • Hemat Kabel
Kerugian :
  • Peka kesalahan
  • Pengembangan jaringan lebih kaku

3. Topologi Star
 


Pada Topologi Star, masing-masing Workstation dihubungkan secara langsung ke Server atau Hub/Swich. Hub/Swich berfungsi menerima sinyal -sinyal dari komputer dan meneruskannya ke semya komputer yang terhubung dengan Hub/Swich tersebut. Jaringan dengan Topologi ini lebih mahal dan cukup sulit pemasangannya . Setiap komputer mempunyai kabel sendiri-sendiri sehingga lebih mudah dalam mencari kesalahan pada jaringan. Kabel yang digunakan biasanya menggunakan Kabel UTP CAT5.

Keuntungan :
  • Paling fleksibel
  • Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
  • Kontrol terpusat
  • Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
  • Kemudahaan pengelolaan jaringan
Kerugian :
  • Boros kabel
  • Perlu penanganan khusus
  • Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis
 
 4. Topologi Mesh



Jaringan dengan Topologi Mesh mempunyai jalur ganda dari setiap peralatan di jaringan komputer. Semakin banyak komputer yang terhubung semakin sulit untuk pemasangan kabelnya. Karena itu, Topologi Mesh yang murni, yaitu setiap peralatan dihubungkan satu dengan yang lainya.

Kelebihan :
  • Jika ingin mengirimkan data ke komputer tujuan, tidak membutuhkan komputer lain (langsung sampai ke tujuan)
  • Memiliki sifat robust, yaitu : jika komputer A mengalami gangguan koneksi dengan komputer B, maka koneksi komputer A dengan komputer lain tetap baik
  • Lebih aman
  • Memudahkan proses identifikasi kesalahan
Kelemahan :
  • Membutuhkan banyak kabel
  • Instalasi & konfigurasi sulit
  • Perlunya space yang memungkinkan
 
 5. Topologi Hybrid


Hybrid Network adalah Network yang dibentuk dari berbagai Topologi dan Teknologi. Sebuah Hybrid Network mungkin sebagai contoh, diakibatkan oleh sebuah pengambilan alihan suatu perusahaan. Sehingga, ketika di gabungkan maka teknologi-teknologi yang berbeda tersebut harus digabungkan dalam network Tunggal. Sebuah Hybrid metwork memiliki semua Karakteristik dari topologi yang terdapat dalam jaringan tersebut. 

Karena topologi ini merupakan gabungan dari banyak topologi, maka kelebihan / kekurangannya adalah sesuai dengan kelebihan/kekurangan dari masing-masing jenis topologi yang digunakan dalam jaringan bertopologi Hybrid tersebut. 

6. Topologi Peer-to-peer Network
 
 
 
Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama. Pemakai komputer bernama Dona dapat memakai program yang dipasang di komputer Dino, dan mereka berdua dapat
mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan.
Sistem jaringan ini juga dapat dipakai di rumah. Pemakai komputer yang memiliki komputer ‘kuno’, misalnya AT, dan ingin membeli komputer baru, katakanlah Pentium II, tidak perlu membuang komputer lamanya. Ia cukup memasang netword card di kedua komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang khusus digunakan untuk sistem jaringan. Dibandingkan dengan ketiga cara diatas, sistem jaringan ini lebih sederhana sehingga lebih mudah dipejari dan dipakai.

Sekian dari saya semoga bermanfaat untuk kita semua
Wassalamualaikum WR WB

Pengertian WAN



WAN adalah sebuah jaringan komunikasi data yang tersebar pada suatu area geografik yang besar seperti propinsi atau negara. WAN selalu menggunakan fasilitas transmisi yang disediakan oleh perusahaan telekomunikasi seperti perusahaan layanan telepon.



Karakteristik dari WAN:

  • ke peralatan yang tersebar ke area geografik yang luas
  • Menggunakan jalur layanan umum, misalnya perusahaan telekomunikasi. PT. Telkom, PT. Indosat, PT. Excelcomindo dan lain-lain untuk membentuk jaringan di dalan area geografik tersebut.
  • koneksi serial untuk akses bandwidth di seluruh area geografik tersebut.
  • WAN berbeda dengan LAN. Tidak seperti LAN yang menghubungkan workstation-workstation, peralatan, terminal dan peralatan lain dalan suatu gedung, WAN menghubungkan data dalam suatu area geografik yang luas. Perusahaan yang menggunakan WAN dapat melakukan koneksi antara kantor pusat dan kantor-kantor cabangnya yang berada di tempat yang jauh.
  • Sebuah WAN beroperasi pada layer fisik dan layer data link dari OSI layer. WAN menghubungkan LAN-LAN dalam suatu area geografik yang luas. WAN mampu melakukan pertukakaran paket data dan frame antara router dan switch.
  • Berikut adalah peralatan-peralatan yang digunakan dalan WAN:
  • termasuk internetworking dan port-port interface WAN
  • termasuk interface voice-grade, channel service units/digital service units (CSU/DSU) yang melayani interface T1/E1, dan Terminal Adapter/Network Termination 1 (TA/NT 1) sebagai interface Integrated Services Digital Network (ISDN)
  • server dial in dan user-user yang melakukan dial out untuk melakukan koneksi
Contoh - Contoh Jaringan data

Standar yang menangani WAN:
  • Telecommunication Union-Telecommunication Standardization Sector (ITU-T), Consultative Committee for International Telegraph and Telephone (CCITT)
  • International Prganization for Standardization (ISO)
  • International Engineering Task Force (IETF)
  • Electronics Industries Association (EIA)
Peralatan WAN


WAN didisain untuk:
  • pada area geografik yang sangat luas
  • Mampu memberikan koneksi serial dengan biaya murah dan kecepatan rendah atau biaya mahal dan kecepatan tinggi misalnya lewat jalur ATM atau fiber optik
  • Mampu menyediakan koneksi full-time dan part-ti

Sekian dari saya mudah - mudahan bisa bermanfaat untuk kita semua
Wassalamualaikum... WR WB